Manuskrip ini pertama kali muncul ke permukaan pada tahun 1912 ketika seorang pedagang dan pengumpul buku kuno bernama Wilfrid M Voynich menemukannya di antara kumpulan manuskrip kuno yang tersimpan di Vila Mondragone di frascati dekat Roma.
Minggu, 12 Desember 2010
Misteri Manuskrip Voynich Terpecahkan
Pada tahun 1912, seorang pedagang barang antik mendapatkan sebuah manuskrip kuno yang dipercaya telah berusia beberapa ratus tahun. Hingga sekarang, manuskrip ini dianggap sebagai dokumen paling misterius di dunia karena sejak penemuannya pada tahun 1912 hingga sekarang, belum ada yang berhasil memecahkan arti dari tulisan-tulisan yang ada di dalamnya.
Manuskrip ini pertama kali muncul ke permukaan pada tahun 1912 ketika seorang pedagang dan pengumpul buku kuno bernama Wilfrid M Voynich menemukannya di antara kumpulan manuskrip kuno yang tersimpan di Vila Mondragone di frascati dekat Roma.
Manuskrip ini pertama kali muncul ke permukaan pada tahun 1912 ketika seorang pedagang dan pengumpul buku kuno bernama Wilfrid M Voynich menemukannya di antara kumpulan manuskrip kuno yang tersimpan di Vila Mondragone di frascati dekat Roma.
Jumat, 23 Juli 2010
Manuskrip Melayu Lama Ditemukan Di Mekkah
Pencarian selama 20 tahun berkesudahan dengan berita gembira. Mantan Ketua Pengarah Perpustakaan Negara Malaysia, Dr Wan Ali Wan Yusoff Wan Mamat, menjelaskan bahwa pencarian manuskrip Melayu lama di Mekah membuahkan hasil. Wan Ali berhasil menemukan manuskrip Melayu lama, Makhtutat Ila Makkah (catatan-catatan menuju Mekah) ketika menunaikan umrah Maret. Penemuan itu sebagai kemenangan berganda karena sebelum ini banyak usaha untuk menemukan manuskrip Melayu lama di Mekah tidak membuahkan hasil.
Rabu, 14 Juli 2010
Warga Magetan, Ciptakan Listrik Dari Belimbing Wuluh
Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) per Juli 2010 yang makin meresahkan rakyat, ternyata menjadi daya inspirasi dan kreatifitas tersendiri bagi Sunarto (40) warga di Desa Nguntoronadi, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jatim. Berkat kegigihannya akhirnya Narto mampu menciptakan tenaga listrik dari bahan dasar larutan air belimbing wuluh.
Langganan:
Postingan (Atom)


